. . .

Akuisisi Pertagas ke PGN Dinilai Tabrak UU No. 40/2007

image_print

Foto: AYP

TOLAK PENJUALAN PERTAGAS: Sekretaris Jenderal SPPGE Indra Mantik Oentara memimpin berorasi memimpin massa untuk menolak tegas akuisisi Pertagas yang merupakan anak usaha Pertamina kepada PGN yang 43 persen saham publiknya sudah dikuasai pihak asing.

 

Siap Aksi “Bela Pertamina” Serentak dan Masif hingga Mogok

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – SECARA legal, Indra menilai, proses akuisisi Pertagas yang dilakukan pemerintah ini, bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Di mana perbuatan hukum dalam proses penggabungan atau pengambil-alihan perseroan, wajib memperhatikan kepentingan karyawan Pasal 26 Ayat 1. Dalam hal ini aspirasi pekerja tidak mendapat tempat dalam aksi korporasi.

“Pekerja Pertamina melalui FSPPB telah melayangkan gugatan PTUN atas SK Menteri BUMN Nomor: 39/MBU/02/2018 tentang pemberhentian, perubahan nomenklatur, pengalihan tugas anggota Direksi Pertamina,” katanya.

Mencermati kondisi-kondisi tersebut, secara tegas SPPGE menolak aksi akuisisi Pertagas oleh PGN yang dinilai berkedok aksi korporasi. Lalu menuntut agar CSPA dibatalkan serta seluruh proses akuisisi tersebut dihentikan.

“Kami juga menuntut dibentuk kembali Direktorat Gas, Energi Baru Terbarukan di Pertamina sebagai bukti keseriusan pemerintah, dalam mendorong Pertamina sebagai leader holding minyak dan gas (migas) dan pengembangan energi bersih sebagai sumber utama kedaulatan energi masa depan bangsa,” tuntut Indra.

Sebagai wujud bukti cinta kedaulatan energi dan membela Pertamina, Indra menyebutkan, akan digelar “Aksi Bela Pertamina” secara masif dan serentak.

Aksi yang diikuti seluruh unit usaha Pertamina tersebut sudah direncanakan dengan sangat matang dan akan menyasar Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta pada Jumat (20/7).

“Itu sebagai aksi membela Pertamina. Kami tidak ingin aset bangsa dikuasai asing. Kalau Pertamina musnah, bagaimana kami bercerita kepada anak-cucu? Kan sangat malu kalau kami tidak berjuang untuk mempertahankan Pertamina,” tutur Indra.

Ia juga mengatakan, bahwa serikat pekerja masih membuka pintu diskusi dengan pemerintah mengenai masalah ini. Namun jika tuntutan tidak dikabulkan, mereka sudah siap menggelar aksi industri. Di mana seluruh unit usaha Pertamina akan berhenti beroperasi.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat, jika aksi industri tersebut terpaksa berlangsung. Kami terpaksa melakukan itu, demi menyelamatkan aset negara,” pungkas Indra. (ayp/hkw)