. . .

Aksi Beringas Kawanan Begal Di Tubaba Sejak Tahun Terakhir Makin Menjadi.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Aksi beringas kawanan pelaku tindak kejahatan perampokan di wilayah hukum Kabupaten Tulangbawang Barat (TUBABA) Lampung, sejak tahun terakhir kian menjadi.

Kali ini. Satu diantara karyawan PT.Huma Indah Mekar (HIM) Tulangbawang Tengah, Tubaba beserta keluarga istri dan anaknya menjadi korban perampokan dengan kekerasan di Area Camp Pasiran Tiyuh (Desa) Penumangan pukul 14.00 Wib.

Berdasarkan keterangan korban Holil Ujang (38) warga Tiyuh Penumangan menyatakan. Kejadian itu bermula ketika Ia dan anak istrinya hendak pulang menuju kediamannya yang berada di Camp Pasiran Tiyuh Penumangan, sehabis Pijat di Tiyuh Pulung Kencana, dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna Hijau Putih miliknya dengan nomor Polisi  BE 4150 QP.

“Tiba-tiba ditengah perjalanan tepatnya di area perkebunan karet PT.HIM muncul seorang pelaku begal yang bersembunyi di semak-semak pohon karet langsung memukul kepala saya menggunakan kayu, seketika itu sepeda motor yang saya kendarai  terjatuh.” Kata Korban kepada awak Media.

Lanjut dia saat motornya terjatuh, datang lagi rekan pelaku sambil mengacungkan parang ke arah dirinya. Karena khuatir terhadap keselamatan anak isterinya, korban langsung menyerah sembari memberikan motor dan benda berharga lainnya kepada pelaku.

“Bukan hanya motor saya yang mereka ambil, tetapi para pelaku itu juga meminta Hp Nokia tive 216 dan dompet saya. Namun dompet  tidak saya berikan, kedua pelaku itu tidak ada yang dapat saya kenal, sebab mereka menggunakan topi dan cadar penutup wajah.” Terangnya.

Berdasarkan pantauan translampung.com dilokasi, korban yang mengalami luka robek 9 jahitan cukup serius di bagian kepala atas telinga sebelah kanan harus mendapatkan perawatan intensif oleh pihak medis Puskesmas mampu Poned Panaragan Jaya Tulangbawang Tengah.

Hingga berita ini dilangsirkan pihak kepolisian sektor Tulangbawang Tengah belum ada dilokasi. Dari kejadian itu Korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah.(Dirman).

 

error: Content is protected !!