. . .

Akses Jalan Ditutup, BPN Bandarlampung Digugat

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Akibat ditutup, warga tak bisa melewati jalan yang biasa dilalui. Untuk itu, warga mendukung pihak Bank Utomo yang menggugat sertifikat tanah di Gang Melati, Kelurahan Enggal, yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandarlampung.

Sertifikat tanah tersebut mengatasnamakan dua warga Gang Melati, Kelurahan Enggal, yakni Mahyudin Gelek Harun dan Zulkarnain Gelek Harun.

Kuasa Hukum Bank Utomo, Sujarwo menjelaskan, gugatan itu berupa sebidang tanah yang selama ini sejak tahun 1950 digunakan masyarakat sekitar, untuk beraktifitas.

Dengan ditutupnya jalan tersebut oleh pemilik tanah, masyarakat maupun Bank Utomo tidak bisa mengakses jalan tersebut.

“Seritifikat dibuat karena ada pengajuan dari keluarga Gelek Harun. Tujuan kami saat ini, ingin membatalkan sertifikat yang dikeluarkan BPN tersebut, agar bisa dikembalikan seperti fungsinya semula,” ujar dia, saat sidang lokasi, Kamis (4/1).

Menurut Sujarwo, dengan diterbitkannya surat oleh BPN, pihaknya merasa dirugikan oleh pejabat public, dalam hal ini BPN Kota Bandarlampung. Sebab, tanah tersebut sejak puluhan tahun tak mempunyai surat kepemilikan.

“Oleh karena itu, kami mengajukan gugatan untuk mencoret atau menghapus dari bukti tanah atas nama kepemilikan  dua orang tersebut,” tegasnya.

Sementara, Ketua RT setempat, Eva membenarkan bahwa tanah ini bersengketa dengan warga, karena selama dikuasai oleh keluarga Gelek Harun.

“Tanah ini dipagar, kami kesulitan untuk akses jalan, kami sudah pernah mengadukan persoalan ini ke DPRD. Namun sampai sekarang belum ada realisasinya,” terangnya.

Bahkan, lanjut Eva, mereka juga pernah mengadukannya ke kantor wali kota, tetapi tidak juga ada kejelasan.

“Bahkan ketika warga memprotes, ada yang dipanggil polisi. Sedangkan warga di sini sudah ada yang tinggal selama 60 tahun,” ungkapnya. (rls/w9/rus)