Agus Subagio: Perijinan PT UJA Agro Tama di Tubaba Belum Ada

0
362
views
translampung.com – Terkait sengketa lahan PT. Umas Jaya (UJA) Agro Tama terhadap ahli waris, warga Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, dan Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Pemkab setempat Tegaskan PT.UJA ilegal keberadaan nya selama ini.
Pasalnya, diketahui sejauh ini tidak ada dokumen ataupun arsip pada Pemkab setempat atas perizinan prusahaan tersebut. Baik Hak Guna Usaha (HGU), IMB, dan siup situ, dari dinas Terkait.
Dikatakan Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Agues Subagio, jika, sebelumnya lahan perusahaan PT.UJA adalah milik Eks PT. Arya pelangi, dengan luas lahan 1.100 Hektare. Sementara, atas lahan 800 Hektare, itu didapat dari masyarakat. Namun, hingga kini belum jelas legalitas resmi kepemilikan PT.UJA secara sah.
“Beberapa waktu lalu pihak PT.UJA memberikan penjelasan jika luasan lahan milik mereka 1.900 Hektare,  sementara 800 Hektare, itu didapat dari pembelian langsung dengan masyarakat, sementara yang 1.100 Hektare itu di peroleh dari take over  perusahaan PT. Arya Pelangi. Saat itu, surat tersebut pernah di tunjukkan mereka pada pemkab. namun,untuk surat izin mereka belum ada, di antaranya HGU, IMB dan lainya. Yang pasti keberadaan PT.UJA saat ini di Tubaba ilegal,” Kata Agues pada Trans Lampung saat di jumpai di ruang kerjanya (15/4/2016) Lalu.
Menyikapi hal tersebut pihak DPRD setempat telah melayangkan surat pemanggilan terhadap Pimpinan PT. UJA Agrotama agar dapat duduk satu meja pada (18/4/2016). Guna, mengetahui kelengkapan administratifnya.
“Perusahaan itu tidak berizin pada Pemkab Tubaba, mengapa mereka telah berani main garap saja. Bahkan nyaris bentrok dengan warga ahliwaris. Jika benar PT.UJA ilegal kita akan berikan rekomendasi pada Pemda agar melakukan tindakan tegas.” Kata ketua komisi A DPRD Tubaba Sukardika, via telponnya.
Lanjut dia, seharusnya lahan PT.Arya Pelangi 1.100 Hektare dikembalikan terhadap pemkab setempat. Sebab, lahan itu telah ditelantrakan perusahaan selama 15 tahun, terhitung sejak 1999 lalu. (dirman)

LEAVE A REPLY