Agus Budiman Laporkan PT MTF, Mobil Ditarik Paksa Debt Kolektor

0
802
views
translampung.com – PT. Mandiri Multi Finance dilaporkan Agus Budiman, konsumennya sendiri ke Polsek Tanjungkarang Timur. Hal ini berkaitan dengan dugaan perampasan unit kendaraan, oleh pihak MTF di luar prosedur. Laporan konsumen MTF ini tertuang dalam, surat tanda penerimaan laporan polisi No: STPL/B-/III/LPG/Resta Balam/Sek TkT.
“Mobil ayah saya disita tanpa prosedur yang jelas. Benar orang tua saya menunggak cicilan kendaraan 4 bulan, tapi itu karena kami tidak diperkenankan mencicil,” ungkapnya, didampingi LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), ketika menggelar jumpa pers di Pers Room Pemkot Bandarlampung, Selasa (5/4).
Diterangkan Agus, penyitaan sepihak bermula ketika dirinya sedang bertandan ke rumah rekannya di kawasan Telukbetung. Mendadak ada empat orang mengaku dari MTF, menanyakan apakah mobil Grand Max berplat A 1413 FK yang dikendarainya milik Wahit Tohir, warga Serang yang telah menunggak empat bulan. “Saya jawab benar mobil tersebut milik orang tua saya, dan mereka meminta saya ke kantor MTF, di Jl. P Antasari. Nah, disanalah mobil saya disita, bahkan saya sempat akan dikeroyok 20-an orang karyawan MTF,” bebernya.
Padahal dirinya sudah menjelaskan ke pihak MTF, jika keluarganya sudah mencoba mencicil tunggakan. Tapi ditolak. “Waktu tunggakan masih dua bulan, kami mau mencicil sebulan dulu tapi ditolak. Begitu pula ketika sudah menginjak tiga bulan, kami mau mencicil dua bulan juga ditolak. Jadi mereka sebenarnya yang membuat tunggakan mobil kami menjadi besar,” keluhnya.
Terjadi tunggakan pun menurut dia, bukan karena kelalaian. Tapi murni disebabkan musibah, orang tuanya sempat sakit keras. Sejak angkat keridit di MTF Serang, pihaknya telah melakukan cicilan 13 bulan, yang seharusnya sudah memasuki bulan ke-17. ‎ “Ketika saya melapor ke Polsek TkT, keesokan harinya ada perwakilan dari Polresta Bripka Chandra di Polsek TkT yang mengaku akan melakukan mediasi. Tapi tidak ada titik temu,” tuturnya.
Ditemui ditempat yang sama, Ketua LSM GMBI Lampung, Ali Muktamar Hamas mengecam tindakan sepihak MTF yang telah melakukan aksi penyitaan kendaraan sepihak. Sedangkan sesuai Keputusan Kapolri No: 8/2011 tentang Eksekusi Jaminan Fidusia memiliki persyaratan khusus.
Persyaratan dimaksud dijelaskan dia meliputi, adanya permintaan dari pemohon, memiliki akta jaminan fidusia, jaminan fidusia wajib terdaftar di kantor pendaftaran fidusia, memiliki sertifikat fidusia dan Jaminan Fidusia berada di wilayah Indonesia. “Tapi faktanya MTF tidak mengikuti seluruh persyaratan tersebut, sehingga dapat disimpulkan MTF telah melakukan aksi melawan hukum,” tegasnya.
Sesuai dengan himbauan LPK Komnas PK-PU Indonesia ke konsumen leasing atau pembiayaan tersebut ditambahkan dia, apabila persyaratan penyitaan sesuai ketentuan fidusia wajib ditolak, dan dilaporkan ke pihak kepolisian. “Apabila laporan tidak diterima oleh pihak kepolisian terkait, oknum polisi yang melakukan penolakan laporan tersebut wajib pula dilaporkan ke Propam Polda Lampung,” terang dia.
Berkaitan dengan aksi main sita unit kendaraan sepihak  oleh MTF, Ali Muktamar Hamas mengatakan GMBI berencana menggelar aksi di kantor MTF dan Polda Lampung, Rabu (6/4) hari ini. “Kami mendesak aparat penegak hukum bertindak, dan mengusut tuntas masalah ini,” tandasnya.‎ (jefri)

LEAVE A REPLY