. . .

Agung Purnama : Pembangunan Drainase LKM Kota Karang Raya Tidak Ada Koordinasi

image_print

Kabag Humas PDAM Way Rilau , Agung Purnama

TRANSLAMPUNG.COM ,BANDAR LAMPUNG – Pihak Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM ) Way Rilau Kota Bandarlampung menyayangkan adanya pembangunan drainase di jalan Teluk Bone II Kelurahan Kota Karang Raya Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT) yang mengakibatkan tersendatnya pendistribusian Air bersih di kelurahan ini.

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Humas PDAM Way Rilau Agung Purnama, mengatakan tersendatnya pendistribusian Air bersih di kelurahan ini lataran ada kerusakan pipa utama saluran air milik PDAM akibat pembangunan drainase di sepanjang Jalan Teluk Bone II yang dilakukan oleh pihak Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) di kelurahan tersebut.

“Pembangunan itu harusnya koordinasi terlebih dahulu kepada pihak PDAM  sebelum melakukan penggalian setidaknya pihak LKM mengirim surat untuk pemberitahun kepihak kami jadi nantikan kami bisa menurunkan tim untuk melakukan pengawasan adanya titik pipa saluran air nah ini tidak makanya pipa utama saluran air bocor akibat penggalin itu,”kata Agung Purnama saat di konfirmasi diruanganya Senin( 22/7/2018).

Agung mejelaskan bahwa hampir seminggu ini pihak PDAM Way Rilau menerima banyak laporan masyarakat dan pihak kelurahan tersebut lantaran pendistribusian air bersih di wilayah itu tersendat akibat pembangunan itu.

“Kami sudah menerjunkan tim untuk melakukan perbaikan tapi sebelum selesai pembangun itu tentunya pediatribusian Air bersih di wilayah itu belum bisa maksimal karna masih terganggu dengan pembangunan itu,”jelasnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA)  Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandar Lampung Dedy Sutiyoso yang di wakili oleh Kasi SDA Joni mengatakan bahwa dalam hal ini pihaknya memang melakukan pengawasan yang intens kepada pihak kelurahan yang mendapatkan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU- PERA) dalam bentuk program Neighborhood Upgrading And Shelter Project Phase- 2 (NUSP-2) tahu 2018 yang di kelola oleh pihak LKM di kelurahan ini.

“Ya progam NUSP -2 ini memang Bidang SDA yang melakukan pengawasan tapi sekedar pengawasan dan koordinasi saja kalaupun masalah di lapangan tentunya tanggung jawab masyarakat karna dalam pekerjaan ini pihak LKM yang melakukan pekerjaanya ,”ucapnya.

Saat disinggung masalah adanya kerusakan pipa milik PDAM akibat pembangunan drainase di kelurahan kota Karang Raya,  Joni mengatakan bahwa itu adalah tanggung jawab pihak LKM di kelurahan tersebut.

“Kalau masalah kendala di lapangan itu kan tanggung jawab pihak LKM kami hanya sebatas melakukan koordinasi saja karna pembangunan itu sepenuhnya dilakukan oleh pihak LKM di kelurahan tesebut,”pungkasnya. (ydn)