Agen Intelijen Asing Berkeliaran di Indonesia

0
625
views

TRANSLAMPUNG.COM- Keberadaan intelijen asing di Indonesia bukanlah isapan jempol. Kehadirannnya dalam bentuk penyamaran tidak lain untuk mencari data di dalam negeri untuk kebutuhan negara pengirimnya.

Hal ini diakui mantan Komandan Kelompok Khusus Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Fauka Noor Farid. Dikatakannya, di dalam dunia intelijen ada istilah penyamaran. Seorang intelijen harus menutupi identitasnya kalau dirinya seorang agen rahasia. Apalagi jika mendapat tugas oleh negara yang memperkejakannya untuk memata-matai negara lain.

Oleh karena itu, dia membenarkan kalau agen rahasia Korea Utara beroperasi di Indonesia dengan berbagai macam modus. Salah satunya mendirikan sebuah restoran.

“Seorang agen intelijen suatu negara pasti mendapat tugas mendata suatu negara. Nah supaya tidak kelihatan dia intelijen, dia menyamar sebagai pengusaha restoran, supaya apa, dia tidak kelihatan kalau dia seorang tentara Korea Utara,” ujar Fauka kepada JawaPos.com, Sabtu (18/2).

Mantan Anggota Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini menambahkan, di Indonesia saat ini banyak agen-agen telik sandi yang beroperasi. Di antaranya dari Tiongkok dan Korea Utara. Mereka ini bukan hanya membangun restoran. Tetapi membuat sebuah perusahaan. “Seperti membuat perusahaan di dalamnya agen dia bisa laporan langsung ke pusat. Itu namanya cover penyamaran,” katanya.

Selain itu, imbuh Fauka, semua kedutaan yang ada di Indonesia setiap orangnya adalah agen. Hal tersebut biasa disebut intelijen terbuka, dan intelijen tertutup biasanya disebut penyamaran.

Di mana seorang agen tertutup bertugas mencari data dan memata-matai seseorang. Bertindaknya menggunakan penyamaran seperti membuat restoran atau perusahaan.

“Semua kedutaan di Indonesia itu pasti orang orang intelijen, karene mereka pasti laporan ke negaranya, misalnya memberi laporan Indonesia jumlah tentaranya segini,” pungkanya.(tnn)