Ada apa ya..!? Inspektorat kumpulkan Puluhan botol kecil berisi air Urien.

0
481
views

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Puluhan botol berisi air urien pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkup Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan dikumpulkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Selatan.

“Tes urien ini dilakukan sebagai upaya pecegahan dini akan bahanya penyalah gunaan narkotika. Selain itu, untuk memberikan pembinaan sekaligus mensosilaisasikan kepada para pegawai di Inseptorat ini,” ujar Kepala Inspektorat Lamsel, Joko Sapta ditemui disela-sela pemeriksaan tes urien, Jumat (6/10).

Pecegahan ini, lanjut Joka sangat penting sekali dilakukan khususnya bagi para pegawai di Inspektorat.

“Tujuanya tidak lain, agar para pegawai dapat terhindar dari penyalahgunaan narkotika, yang sudah mengkhawatirkan. Saya tidak ingin, para pegawai disini (Inspektorat-red) melakukan atau menggunakan Narkotika tersebut, makanya kami undang pihak BNN Lamsel untuk melakukan tes Narkoba,” kata Joko.

Dijelaskan dia, untuk jumlah ASN di Inspetorat sendiri sebanyak 60 orang. Sedangkan, yang tidak ikut menjalanin tes urien ada 6 orang dikarena 2 cuti, 1 orang sedang mengikuti Diklatpim dan 3 izin karena sakit.

“Ke 6 orang ini, yang belum mengikuti tes urien akan dilakukan tes urien susulan ke BNN,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sesi Pencegahan, Hipni mengatakan dari hasil pemeriksaan tes urien ini akan diinformasikan melalui surat resmi dari BNN Lamsdl kepada pihak Inspektorat.

“Hasil pemeriksaan ini, akan diinformasinya kurang lebih satu minggu kedepan. Jika ada pegawai yang terindikasi positif mengkonsumsi narkoba, maka pihak BNN akan melakukan pembinaan secara intensif dan tidak akan dipublikasi secara umum. Yang boleh mengetahui cukup BNN Lamsel, Kepala Satker dan sipengguna,” ungkap Hipni.

Sebab, ditambahkan dia jika dipublikasi secara umum akan menyalahi prosedur di BBN karena menyakut kepribadian sesoarang. Beda halnya, dengan penangkapan penyalahgunaan narkoba.

“Nah ini kan sifatnya pencegahan, maka hasilnya pun tidak boleh dipublikasikan,” pungkasnya.(Johan)