Ada Apa Dengan Komisi III DPRD Yang Lamban Menangani Kasus Fly Over Pramuka-Indra Bangsawan ?

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Terkalit kasus retaknya fly Over di Jalan Pramuka-Indra Bangsawan yang menjadi viral bebrapa waktu lalu serta menjadi sorotan pihak Komisi III DPRD Kota Bandarlampung namun sangat di sayangkan kinerja pihak komisi III DPRD Kota ini di pertanyakan karna kurang tegas menangani permasalahan ini.

Awalnya pihak komisi III DPRD saat melakukan sidak bebrapa waktu lalu seolah olah berapi-api lataran pengerjaan dinilai buruk lalu komisi III mengelar hearing guna untuk menyelesaikan pemasalahan ini dan komisi III DPRD berjanji akan menuntaskan hal ini, namun sangat disayangkan sampai saat ini hal ini belum juga bisa di tuntaskan.

Saat di konfirmasi Ketua Komisi III DPRD Bandarampung, Wahyu Lesmono mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu jadwal yang tepat untuk pembahasan yang lebih lanjut karena saat ini pihaknya masih banyak agenda komisi dalam menyusun peraturan daerah.

“Ya itu kita sedang jadwalkan, kita tunggu hari yang pas, karena kita juga masih banyak agenda penyelesaian raperda-raperda  isinitif DPRD, yang jelas itu pasti penanggananya meminta penjelasan keretakan pembangunan flyover kepada ahli beton akan kita lakukan,”kata Wahyu  Lesmono, Minggu (08/04/2018).

Saat di singgung sejauh mana penangan masalah ini oleh pihak komisi III setelah mengelar hering pihak terkait beberapa waktu lalu ?Wahyu menjelaskan bahwa pihak komisi III masih banyak agenda yang di kerjakan.

“Komisi III bukan tidak bekerja untuk menuntaskan masalah tapi saat ini masih banyak agenda, dan kawan-kawan komisi juga banyak yang cuti ikut kampanye pemilihan gubernur (Pilgub) tentunya penanganan masalah ini butuh masukan dari anggota lainya ,tidak bisa ditanganin sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wahyu Lesmono mengatakan bahwa pihaknya masih berniatan meminta penjelasan dari tim ahli kontruksi beton flyover.

“Semua agenda Sekretaris komisi yang menjadwalkan, yang jelas kita coba di bulan 4 ini, supaya ada kejelasan tentang retaknya flyover Pramuka tersebut,”jelas ketua DPD PAN Kota Bandar Lampung Ini.

Berita sebelumnya pihak  DPRD Kota Bandarlampung mengelar dengar pendapat ( hearing) dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama dengan pihak perwakilan PT Dewanto yang melaksanakan pembangunan fly over jalan Pramuka-Indra Bangsawan dan pihak terkait ,Selasa (20/03/2018)

Dalam hearing yang di laksanakan di ruang komisi III DPRD Kota Bandarlampung selaku ketua Komisi III DPRD Wahyu Lesmono menilai bahwa, pembangunan proyek jalan layang (fly over) yang berada di ruas jalan Pramuka-Indra Bangsawan dikerjakan asalan dan penuh keteledoran.

Menurut Wahyu Lesmono bahwa, kontraktor yang melakukan pekerjaan tersebut tidak mengindahkan keselamatan pemakai jalan layang tersebut karna dengan pekerjaan yang semberono di khawatirkan akan berdampak buruk bagi masyarakat pengguna jalan.

“Kita ini mengutamakan keselamatan masyarakat, kalau estetika ngapain kita kemarin anggarkan pembangunan itu. Kalau kerjadianya begini, kan jadi menimbulkan kesan yang tidak baik,” kata Wahyu Lesmono dalam hearing tersebut.

Hal senada juga di ungkapkan anggota Komisi III DPRD Bandarlampung, Achmad Riza, bahwa kontrol dan pengawasan tidak berjalan dengan secara maksimal.

“Kami melihat pengerjaan ini terkesan asal-asalan. Kalau boleh membandingkan dengan fly over yang lain, fly over ini lah yang sangat buruk,” jelas Riza.

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Lampung, Sugito, juga menilai bahwa kontraktor lalai dalam melakukan pengerjaan. Kemudian, ia juga menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mendatangkan tim ahli yang memang berkompeten dalam hal tersebut.

“Kami dari LPJK menilai bahwa kontraktor memang lalai, dan itu harus sportif diakui oleh kontraktor. Namun alangkah lebih baiknya Pemkot menghadirkan orang yang memang ahli dalam bidang itu, agar penilaian tentang keadaan fly over tersebut bisa kita dapatkan dengan se-objektif mungkin,” kata dia. (ydn)

News Reporter