ACT Minta Dunia Bersatu Pertahankan Status Yerusalem

TRANSLAMPUNG.COM – Keputusan sepihak oleh Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel menimbulkan banyak protes dan aksi demonstrasi di seluruh dunia.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan, keputusan sepihak dari Amerika bukan hanya mengganggu kemanan umat Muslim, tetapi juga warga dunia. Apalagi, Yerusalem dianggap sebagai kota suci untuk tiga keyakinan, Islam, Kristen, dan juga Yahudi.

“Seharusnya wilayah Yerusalem tidak diganggu gugat. AS secara sepihak mendeklarasikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Bukan hanya palestina, namun dunia mengutuk keras dan meminta keputusan AS dicabut,” kata Vice President Communication Network Department ACT, Iqbal Setyarso kepada JawaPos.com di kantor ACT, Jakarta, Senin,  (11/12).

Baginya, ini bukan pengakuan biasa dan bukan oleh Israel sendiri, melainkan oleh AS di mana negara itu adalah anggota penting PBB. Dunia harus bersatu mempertahankan status Yerusalem sebagai kota suci tiga agama.

“Sikap ini perlu dilakukan berdasarkan keinginan kuat mencegah eskalasi kemarahan dan penolakan menjadi perlawanan fisik,” kata Iqbal.

ACT sudah menyatakan pernyataan terkait keputusan Trump, dan sudah mengambil langkah konkrit dengan mengirimkan bantuan, “Sebagai lembaga kemanusiaan sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan bantuan, bukan hanya makanan tapi juga medis, seperti yang kami lakukan di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sebagai lembaga, terang Iqbal, ACT sudah melakukan langkah konkrit memberikan bantuan. Demonstrasi juga sudah dilakukan dimana-mana bahkan di Indonesia.

“Selebihnya, kami menunggu sikap konkrit dari pemerintah Indonesia terhadap hal ini,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat dunia untuk berpikir jernih demi perdamaian dunia.Bagi ACT, kehilangan satu jiwa sama dengan kehilangan seluruh jiwa.(jpg)

 

News Reporter