Jalan Ambles!!! Pengendara Jalinsum Harus Berhati-hati !

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU –

Jalan lintas tengah Sumatera tepatnya di Kebun Karet milik PTPN VII, antara kampung Karang Umpu dan Kampung Negeri Baru kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan, setengah dari badan jalan hampir ambles dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan berat karena dikhawatirkan akan semakin memperparah kondisi jalan, bahkan pengendara Roda empat harus ekstra berhati hati dan harus bergantian untuk melalui jalan tersebut.

Menurut pantauan media Translampung.com, Minggu (25/3) dari lokasi terlihat sewaktu waktu pengendara yang akan berpapasan harus mengantri untuk melewati jalan tersebut, keadaan jalan itu hampir ambles dikarenakan kondisi disebelah badan jalan jurang dan tekstur tanah yang lunak sehingga menyebabkan aspal jalan tersebut retak dan miring kesisi badan jalan, ditambah lagi curah Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir semakin memperburuk kondisi jalan.

Saat diwawancarai dilokasi, Salah satu Sopir Truk yang menuju Ke Padang provinsi Sumatera Barat, Jumadi (35) mengeluhkan atas kondisi jalan tersebut, dia mengharapkan pemerintah dapat segera memperbaiki dan untuk sementara minimal memasang Rambu Rambu atau tanda yang jelas sehingga para pengendara tidak terjebak di jalan yang miring dan hampir ambles itu.

” ya khawatir lah sebenarnya, apa lagi Rambu rambu nya kecil nggak keliatan dari kejauhan, harapan kami sebagai pengendara supaya cepat di perbaiki oleh pemerintah kita,” Keluh jumadi, singkat.

Hal serupa juga mendapat tanggapan dari Salah satu warga Kampung Negeri Baru, Ahmadi Idris, dia mengatakan bahwa, jalan Nasional itu harus segera di perbaiki oleh pemerintah mengingat jalan tersebut merupakan salah satu jalan utama Di Pulau Sumatera yang menjadi penghubung antar Kabupaten dan antar Provinsi, banyak jenis kendaraan yang lalu lalang di jalan itu.

“lama-lama kalau nggak di perbaiki bisa putus jalan itu bahaya juga buat pengendara, terlihat juga rambu-rambu pemberitahuan yang dipasang oleh pihak terkait sangat minim, rambu-rambu yang dipasang cukup kecil dan seperti tidak ada tanda tanda, sehingga jika malam hari hampir tidak kelihatan oleh pengendara, apa lagi jalan yang ambles itu posisinya ditingkungan, sehingga diharapkan kepada pengguna jalan baik itu roda empat ataupun roda dua harus ekstra berhati hati,” Ujar Ahmadi. (migo)

News Reporter