. . .

Lapor Pak Bupati, Warga Kurang Mampu ini Dipungut Biaya Oleh Oknum Pegawai Puskesmas Banjit Ketika Melakukan Persalinan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANJIT -Nasib malang di alami sarmini (38) warga Kampung Donomulyo Kecamatan Banjit ketika melakukan persalinan saat melahirkan anak keduanya di Rawat Inap Puskesmas Banjit Kabupaten Way Kanan.

Kurang lebih tiga jam dirawat karena melahirkan, keluarga Sarmini harus membayar uang sebesar 250 ribu rupiah yang diduga dipungut oleh Oknum pegawai Puskesmas setempat berinisial SM, DS dan SR. Padahal keluarga pasien telah membawa surat keterangan tidak mampu dari pihak Kampung Donomulyo sesuai dengan persyaratan yang sudah diminta oleh para pegawai yang saat itu melaksanakan piket.

Riyanto (45) suami pasien saat di konfirmasi oleh translampung.com Senin (10/06/2019) menjelaskan, pada hari minggu tanggal 9 juni kemarin sekitar pukul 09:00 Wib istri nya masuk ke Puskesmas Banjit untuk melahirkan. Setelah melahirkan keluargapun menanyakan perihal persyaratan supaya dapat di gratiskan untuk biaya persalinan karena keluarga tidak memiliki BPJS. Namun, meski semua persyaratan sudah di berikan keluarga tetap dikenakan biaya administrasi sebesar 250 ribu rupiah.

“Saya bingung mas, padahal persyaratan yang diminta pegawai Puskesmas sudah kami berikan tapi kami masih kena biaya. Kami masuk ke puskesmas sekitar jam 9 pagi dan keluar sekitar abis dzuhur kurang lebih 3 jam kami di puskesmas. Yang saya herankan setelah saya bayar tapi kok nggak ada Kwitansi tanda pembayaran atau rincian yang di bayar. Ya mau nggak mau tetap saya bayar walaupun saya susah tetap saya bayar kok,” keluh Riyanto.

Pasca istrinya melahirkan, Riyanto berharap agar pemerintah bisa membantu keluarga yang kurang mampu seperti keluarganya, sehingga masyarakat yang benar-benar tidak mampu bisa terbantu. Dan
untuk sementara ini keluarga Riyanto tinggal dirumah saudara angkatnya yang ada di Dusun Talang Umpu Kecamatan Kasui, karena keluarganya belum memiliki rumah tetap.

“Kalau masalah pelayanannya sudah bagus tapi saya berharap agar pemerintah dapat memperhatikan lagi keluarga miskin seperti kami ini mas. Saat ini saya belum ada Rumah, tapi KTP KK kami domisili di Kampung Donomulyo dan untuk sementara saya dan anak istri saya tinggal numpang di rumah saudara angkat saya di Kasui,” pungkas Riyanto.

Dihubungi terpisah, Kepala Puskesmas Banjit, I Wayan Budi, S.Kep.,M.Kes membenarkan bahwa keluarga pasien memberikan uang sebesar 250 ribu ke pegawai yang piket. Namun, uang yang di berikan keluarga pasien bukan untuk pembayaran administrasi ke Puskesmas melainkan pemberian sebagai ucapan terimakasih dari pihak keluarga terhadap pegawai yang piket.

“Iya benar mas, tapi itu bukan untuk biaya administrasi melainkan pemberian tanda terimakasih dari pihak keluarga ke pegawai yang piket. Walaupun keluarga pasien tidak ada BPJS tetap kita gratiskan semuanya, karena keluarga pasien sudah membawa surat keterangan tidak mampu dari Kampung,” imbuhnya. (Migo).

error: Content is protected !!