. . .

7 Lubang Biopori di Taman Kota Metro Hampir Selesai

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Lubang Biopori yang diinisiasi Pemerintah Kota Metro (Pemkot) Metro melalui dinas terkait untuk mengurangi dampak banjir di saat musim hujan hampir selesai. Lubang yang dibuat di beberapa titik di Taman Merdeka Metro ini ada sebanyak 7 lubang biopori. Rencananya minggu ini lubang biopori rampung dikerjakan.

Desain lubang biopori yang dikerjakan itu cukup sederhana namun disinyalir bisa menampung dan menjadi resapan air saat musim hujan tiba.

Dari pantauan ke dalaman lubang biopori adalah 3 Meter dengan lebar 1,5 Meter. Sedangkan dinding lubang biopori bagian bawah tak dibata dan bagian tengah dibata dengan pemasangan bata yang berongga tak diplester, kemudian dinding bagian atas dibata dan diplester/semen, kemudian lubang diisi dengan batu belah, kemudian ditutup dengan plat cor beton dan terakhir ditimbun tanah kembali.

Rohim pekerja konstruksi mengatakan, sudah empat lubang biopori selesai. Ditargetkan minggu ini rampung semua. “Kalau materialnya cepet ya minggu ini rampung mas,” katanya, Kamis (16/8/2018).

Diberitakan sebelumnya walikota dan wakil walikota Metro beserta jajarannya meninjau Taman Merdeka guna mengembangkan rancangan pembangunan taman, Rabu (08/08/18).

Disela-sela tinjauan tersebut, Walikota Metro A. Pairin menyampaikan bahwa akan ada penambahan fasilitas sekaligus mempercantik kondisi Taman Merdeka.

Hal tersebut sebagai salah satu upaya dari Pemerintah untuk menarik wisatawan, yang tentunya akan berdampak pada perekonomian Masyarakat khususnya di kawasan taman.

“Kita masih dalam tahap perencanaan untuk membangun taman agar menjadi lebih menarik, nyaman, dan asri, jadi akan Kita sesuaikan dulu atau mengonsep pembangunan taman ini,” jelas Pairin.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah A. Natsir menyampaikan bahwa pembangunan taman masih terfokus untuk membuat 7 buah Biopori atau Sumur resapan.

Menurutnya, pembangunan Biopori tersebut sebagai persiapan datangnya musim penghujan yang bisa menyebabkan banjir di lokasi taman, dengan harapan tidak akan meninggalkan banyak genangan air dilokasi tersebut.

“Selain biopori, kita juga akan memperbaiki pagar-pagar hias agar lebih kuat, juga pemasangan rumput sintentis agar tanah taman tidak gundul dan terlihat lebih asri,” tutupnya. (suf/hkw)