. . .

60 Kantong Darah Terkumpul saat Baksos di MTA Lamteng

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, RUMBIA – Majelis Tafsir Alquran (MTA) Perwakilan Lampung Tengah (Lamteng) yang berpusat di Kecamatan Rumbia menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) donor darah, Minggu (16/9/2018). Acara baksos dibuka Camat Rumbia, Eko Meidiyanto dan dihadiri pengurus MTA.

Ketua MTA Perwakilan Lamteng, Sukirman, S.Pd. MM., mengatakan bahwa pelaksanaan donor darah itu sekaligus kegiatan kajian Alquran gabungan oleh warga MTA dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.

“Di antaranya, warga MTA dari Perwakilan Mesuji, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan dari Lampung Tengah sendiri. Kegiatan gabungan ini rutin diadakan setiap tiga bulan sekali,” ujar pensiunan guru SD di Rumbia ini.

Donor darah yang bekerja sama dengan Unit Transfungsi Darah (UTD) PMI Cabang Lamteng, terkumpul sebanyak 60 kantong darah. Jumlah tersebut sebetulnya bisa lebih, namun ketersediaan kantong darah dari PMI terbatas. Hanya 60 kantong yang disediakan.

“Warga MTA yang mendaftarkan diri untuk didonor ada 90 orang lebih. Tapi karena terbatasnya kantong darah, yang didonor hanya 60 orang saja,” katanya didampingi jajaran pengurus MTA Rumbia lainnya.

Menurut Sukirman, acara baksos ini merupakan implementasi amalan yang diperoleh dari hasil mengaji warga MTA selama ini. “Dan membantu warga yang memerlukan darah. Kami berharap kegiatan seperti ini akan berkelanjutan dan dengan kapasitas yang lebih besar,” harapnya.

Untuk diketahui, MTA Perwakilan Lamteng resmi berdiri di Kecamatan Rumbia sejak 21 Desember 2015. Sampai sekarang, tercatat 111 warga yang aktif mengikuti kajian Alquran setiap hari Ahad. Anggota saat ini bukan hanya berasal dari wilayah Lamteng saja. “Ada juga yang dari Sribawono dan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur,” imbuh Sukirman.

Sementara, Camat Rumbia, Eko Meidiyanto mengapresiasi kegiatan donor darah yang digelar oleh MTA Perwakilan Lamteng. “Ini adalah kegiatan sosial masyarakat yang sangat baik. Untuk itu harus didukung,” kata Eko usai pembukaan.

Menurut dia, poin penting yang dapat dipetik dari kegiatan baksos tersebut, adalah sebagai sumbangsih kepada masyarakat yang membutuhkan darah. “Sebagaimana kita ketahui, jumlah orang yang mau mendonorkan darah lebih sedikit dibanding orang yang membutuhkan darah. Artinya, kegiatan seperti ini adalah upaya membantu pemerintah dalam memenuhi kuota kebutuhan darah,” katanya lagi.

Dia berharap, kegiatan donor darah oleh MTA Lamteng akan terus berkelanjutan. Terlebih, bisa ditiru oleh organisasi lain di wilayah Rumbia. “Jadi jangan hanya MTA yang baksos. Saya harap ada organisasi lain yang meniru kegiatan serupa,” tukasnya. (rid)