384 Pelaku Usaha Kecil Berhasil Berkembang

0
91
views

Melalui Pinjaman Lunak BLUD

TRANSLAMPUNG.COM, LIWA- Sebanyak 384 pelaku usaha kecil di Lampung Barat telah berhasil mengembangkan usahanya melalui pinjaman lunak BLUD (Badan Layanan Umum Daerah ) melallui Unit Pelaksana Teknis BLUD setempat. Demikian dijelaskan Kepala UPT BLUD Dinas Koperindagsar M Indawan, di ruang kerjanya kemarin (21/8).

Data yang ditampilkan UPT BLUD Lambar menyebutkan, ke-848 usaha kecil tersebut tersebar pada lima belas kecamatan yang ada di bumi sekala bghak. Setiap pelaku usaha, mendapat pinjaman lunak antara Rp5 juta hingga Rp20 juta perpelaku usaha. Pinjaman sangat ringan sebab pemkab hanya menerapkan bunga sebesar 0,5 persen per bulan atau 6 persen per tahun (jauh lebih rendah dari bunga yang diterapkan bank konvensional, bahkan lebih rendah dari bunga program andalan pemerintah pusat yakni kredit usaha rakyat).

Indawan memaparkan, pada Tahun 2017 ini, pihaknya menyalurkan dana BLUD dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan dari Januari hingga Juni dengan jumlah dana yang disalurkan sejumlah Rp125 juta. Sedangkan tahap kedua dimulai pada Agustus ini dengan jumlah dana mencapai Rp150 juta.

Ia mengakui bahwa proposal yang diajukan pelaku usaha kecil di Lambar sebenarnya jauh melampaui jumlah yang mampu dilayani UPT BLUD. Kondisi ini tak terhindarkan mengingat minimnya modal BLUD yang dikelola piihaknya. Sejak pertama didirikan pada 2003 silam, BLUD Lambar hanya memiliki modal sebesar Rp1,5 Miliar. “Saat ini sudah berkembang menjadi dua koma enam miliar. Namun jumlah itu jumlah dana bergulir. Yang jelas belum mampu memenuhi seluruh permohonan yang diajukan pelaku usaha kecil di sini,” ujarnya seraya menambahkan penyaluran pinjaman lunak BLUD dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi posisi dana yang ada di rekening BLUD.

Meski sukses dan memberi dampak nyata bagi warga Lambar, faktanya modal untuk pinjaman lunak BLUD belum pernah ditambah sejak lembaga ini berdiri pada 2003 silam. Dampaknya jelas, ratusan proposal warga yang mengalir ke UPT BLUD sebagian besar harus ditolak akibat minimnya modal bergulir.

Selain berharap adanya penambahan modal lewat persetujuan dewan, UPT BLUD Dinas Koperindagsar setempat kini tengah menggagas masuknyya pinjaman lunak yang didanai Kementrian Koperasi yakni program LPDB (Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir) yang sifat pelayanannya secara nasional. Selain menerapkan bunga yang sama lunaknya, LPDB juga menjamin nominal pinjaman hingga ratusan juta rupiah per pelaku usaha. Namun, dana LPDB diakui sulit diakses pelaku usaha kecil dan mikro mengingat persyaratan anggunan yang juga besar. Program ini lebih mengarah ke usaha menengah.

Selain menerapkan bunga sangat rendah, pinjaman lunak BLUD juga menerapkan persyaratan yang relative mudah dipenuhi pemohon. UPT BLUD mensyaratkan pemohon adalah warga Lambar yang memiliki usaha produktif dan telah berjalan minmal selama setahun. Selain itu pemohon wajib menjaminkan aggunan ringan seperti misalnya BPKB kendaraan bermotor roda dua.

Selain Kabupaten Lammpung Barat, hanya Pemkot Balam yang memiliki BLUD. Artinya, di Propinsi Lampung hanya satu kabupaten dan satu kotamadya yang membuka ruang bagi pelaku usaha kecil dengan pinjaman berbunga super rendah. (r8)