377 Peserta UN Paket C di 11 PKBM

0
532
views
KOTAAGUNG – Dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tanggamus menyatakan ada 11 Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) yang menggelar Ujian Paket C. Dari seluruh PKBM tersebut, peserta ujiannya sebanyak 377 orang.‎
Adapun 11 PKBM yang menyelenggarakan UN, tersebar di beberapa kecamatan. Antara lain PKBM Cahaya Ilmu di Kecamatan Wonosobo, PKBM Pelangi di Kecamatan Kotaagung, PKBM Prima di Kecamatan Talangpadang, dan PKBM Ponpes Nurul Huda di Kecamatan Talangpadang.
Lalu PKBM Ponpes Albaroqah di Kecamatan Gisting, PKBM Sejati di Kecamatan Semaka, PKBM Pertiwi di Kecamatan Cukuhbalak, PKBM Sejahtera di Kecamatan Bandarnegeri Semong, PKBM Maju Bersama di Kecamatan Kotaagung Barat, PKBM Langit Bumi di Kecamatan Kotaagung, dan PKBM Education Centre.
Kepala Disdikbud Tanggamus Anas Ansori, melalui Kasi Pendidikan Luar Sekolah Helpin mengatakan, jadwal UN pada Paket C sama dengan UN di sekolah formal di jenjang SMA/sederajat, yakni Senin (4/4) sampai Kamis (7/4). Namun waktunya saja yang berbeda, yakni dilaksanakan pada siang hari.
“Ujian Nasional Paket C terpaksa dilakukan siang hari. Karena banyak PKBM yang menggelar proses pendidikan, menumpang pada sekolah-sekolah formal. Maka diambil waktu pada saat sekolah formal tidak lagi aktif proses belajarnya,” ujar Helpin, kemarin (6/4).
Mata pelajaran yang diujikan pun sama dengan UN formal. Tetapi di Tanggamus, semua peserta UN Paket C tahun ini dari jurusan IPS. Jadi pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Geografi, Sosiologi, Bahasa Inggris, Ekonomi, dan Pendidikan Kewarganegaraan.
“Sistem yang digunakan masih menerapkan lembar jawaban komputer (LJK). Sebab 11 PKBM yang menyelanggarakan UN, tidak ada yang menggunakan UNBK,” kata Helpin.
Secara umum, lanjut dia, pelaksanaan UN di kelompok Paket C berlangsung lancar. Tidak ada hambatan yang membuat UN batal dilaksanakan. Sedangkan untuk kelulusan nantinya jadi keputusan masing-masing PKBM. Pastinya jika selama ini mengikuti proses belajar mengajar dan mengikuti UN, kemungkinan besar lulus. Ini sama dengan proses belajar pada sekolah formal.

Selain jadwal UN utama yang sama dengan sekolah formal, jadwal UN susulannya pun juga sama, yaitu dijawalkan pekan depan. UN susulan bisa digelar apabila ada pesertanya mengalami hambatan saat jadwal UN utama berlangsung. Baik itu karena sakit mendadak, kecelakaan atau sebab lainnya.

LEAVE A REPLY