36 Orang Selamat, 1 ABK Hilang

KMP Kayong Utara Karam Usai 7 Jam Kandas

TRANSLAMPUNG.COM, PALEMBANG – Nasib naas menimpa kapal penyebrangan (Feri) KMP Kayong Utara yang karam sekitar 3 km dari pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA), Selasa (20/2) lalu.

Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi pada 28 Desember 2006 lalu yang menmpa KMP Tri Star 1 yang tenggelam di perairan Sungai Buyut, muara Sungai Musi dengan menelan korban jiwa sebanyak 27 penumpangnya.

Kapal tersebut membawa 29 penumpang dan 8 anak buah kapal (ABK), dan berlayar dari pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok (Bangka). Selain penumpang dan ABK, di dalam kapal tersebut juga terdapat sembilan kendaraan roda empat, dengan rincian delapan truk dan satu mobil pribadi jenis Ayla, kemudian juga ada dua kendaraan roda dua.

Menurut Kasubsi Ops dan Siaga Basarnas Palembang, Inarwan bahwa 29 penumpang dan tujuh ABK selamat. Namun satu ABK, atas nama Ridho Hanafi (20), hilang dan saat ini masih dalam proses pencarian.

“Hingga pencarian hari pertama sore tadi (kemarin) berakhir, korban belum ditemukan,” ujar Inarwan.

Dia menambahkan, bahwa upaya pencarian akan terus dilanjutkan. Dalam pencarian, tidak hanya dari Basarnas, namun Ditpolair Polda Sumsel dan Satpolair Polres Banyuasin, serta jajaran TNI AL juga ikur mengerahkan personilnya.

Keselamatan anggota yang lakukan penyelaman, lanjut Inarwan, tetap diutamakan, karena segala kemungkinan bisa saja terjadi, akibat pergerakan kapal secara tiba-tiba.

“Tumpahan solar yang menggenangi area evakuasi juga dapat membahayakan penyelam,” terangnya.

Dari hasil pengecekan dilokasi, dugaan sementara kapal tersebut karam setelah kandas di gundungan pasir dan lumpur.

“Nahkoda diduga tak bisa mengendalikan kemudi kapal,” ungkapnya.

Dengan kemudi yang masih manual menggunakan rantai diduga membuat nahkoda kesulitan mengendalikan kapal tersebut, ditambah dengan cuaca yang buruk saat itu.

Diketahui bahwa KMP Kayong Utara bertolak dari pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Senin (19/2) pukul 17.00 WIB. Seyogyakan, kapal dibawah naungan operator PT Antosin Lampung Pelayaran (APL) itu tiba di pelabuhan TAA setelah 4 hingga 5 jam pelayaran.

Tapi, waktu tempuh normal tersebut tidak dapat terpenuhi. Sebab sekitar pukul 20.15 WIB, kapal kandas di tumpukan pasir dan lumpur. Karena dipaksakan maju, posisi kapal miring ke kanan sekitar 3 derajat.

Nahkoda Kapal, Ahmad Wurry Priyoto yang merupakan warga Jalan Masjid Dua, Kecamatan Koja, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara berusaha menenangkan para penumpang. Dia mengatakan kapal akan berlayar lagi setelah air pasang.

Berbalut rasa cemas, semua penumpang menanti hingga Selasa (20/2) sekitar pukul 04.00 WIB. Lalu, nahkoda berusaha menjalankan lagi kapal itu. tapi baru sebentar, mesin kapal kembali mati dan kapal akhirnya benar-benar karam ke kanan.

Musibah tersebut baru diketahui sekitar pukul 04.00 WIB karena EPIRB (emergency position indicator radio becon) atau alat pemancar signal yang ada di kapal dalam posisi tidak dinyalakan.

“Harusnya, kalau EPIRB dalam posisi on, kejadian itu bisa cepat kita ketahui,” kata Inarwan.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Palembang Adang Rodiana melalui Kasi Keselamatan Pelayaran, Juanda mengatakan, dugaan sementa, kapal berlayar di luar jalurnya.

”Berdasarkan data yang dikumpulkan, kesalahan ada pada nahkodanya,” ucap dia.

Juanda mengatakan, kondisi cuaca saat kejadian cukup bagus. Ketinggian gelombang juga masih aman untuk kapal bisa berlayar.

“Bagaimana mau menyalahkan cuaca kalau kapalnya di luar jalur,” katanya.

Pihaknya telah memberikan peringatan kepada kapal yang berlayar melalui VTS navigasi pada Channel 12 dan 16.

“Kapal-kapal yang berlayar di area tersebut pasti sudah tahu. Di lokasi juga bakal dipasangi rambu oleh KN Andromeda sehingga bisa dihindari,” tandasnya.

Kemudian Kepala Pelabuhan TAA, Gunawan menyatakan, secara umum kondisi KMP Kayong Utara laik berlayar. Docking terakhir dilakukan November 2017 atau sebelum Natal dan Tahun Baru.

“Jadi, kondisinya laik operasi. Tapi memang cuaca waktu itu ekstrem ditambah hembusan angin kencang,” terangnya.

Para penumpang dan ABKk dievakuasi sekitar pukul 06.00 WIB oleh kru KMP Permata.

“Sebagian besar sudah pulang, ada dua yang luka ringan dan dirujuk ke rumah sakit,” tambahnya.

Posisi KMP Kayong Utara saat ini belum dievakuasi. Termasuk delapan truk dan satu minibus serta dua motor.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi SM Pinem Sik melalui Kasat Polairud AKP Jailili Sik mengatakan, kasus karamnya KMP Kayong Utara ini ditangani Ditpolair Polda Sumsel.

“Kami hanya back up saja. Anggota sudah ditempatkan,” tandasnya.

Namun pihaknya akan memback up terkait terbalik kapal KM Kayong Utara di perairan Tanjung Api-Api tersebut.

”Kita back up, dan anggota kita sudah ada ditempat kejadian perkara,” jelasnya.

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Siregar belum bisa memastikan secara detil penyebab karamnya kapal feri tersebut.

“Saat ini, para ABK dan penumpang mungkin masih trauma. Jadi belum bisa akami mintai keterangan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya masih fokus pada proses evakuasi di lapangan. Setelah semua selesai, baru akan mulai memintai keterangan untuk mengetahui penyebab karamnya kapal tersebut.

“Nanti akan ketahuan apakah ada unsur  kelalaian atau memang murni kecelakaan,” pungkasnya. (kms/qda/kos/vis/smk/tnn/hkw)

News Reporter