. . .

335 PNS Ikut UD dan UPKP

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, GUNUNGSUGIH – Sebanyak 335 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) akan mengikuti Ujian Dinas (UD) dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat (UPKP) yang dijadwalkan digelar hari ini (16/7). Ujian itu diadakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lamteng selama beberapa hari kedepan.

Rinciannya, untuk UD golongan 2 sebanyak 21 orang dan golongan 3 ada 31 orang. Kemudian UPKP untuk SMA ada 29 orang, S-1 terdapat 251 orang, dan S-2 ada 3 orang. Sementara naskah soal ujian dibuat oleh BKPSDM Lamteng dengan model jawaban multiple choice (pilihan ganda).

“Total peserta yang mengikuti Ujian Dinas ada 52 dan UPKP totalnya 283 peserta. Lulus tidaknya peserta ujian tergantung dengan kemampuannya menjawab benar pada soal ujian dan wawancara karya tulisnya. Harus percaya diri. Jangan terpancing ajakan kawan yang tidak percaya diri dan memancing pelaksana dengan iming-iming sesuatu supaya bisa lulus. Bila ada yang melaporkan akan terkena sanksi,” kata Sekretaris BKPSDM Lamteng Syamsu Rizal, Minggu (15/7).

Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Lamteng Loekman Djoyosoemarto tak segan untuk menjatuhkan sanksi kepada PNS yang terlibat dalam praktik curang Ujian Dinas dan UPKP. Warning yang disampaikan Wabup Loekman sebagai upaya untuk melaksanakan pemerintahan yang bersih dan terbebas dari praktik kotor.

”Saya sudah mendapat informasi sudah ada yang meminta uang agar bisa lulus tes ujian kenaikan golongan. Kalau memang benar ada yang bermain, saya akan tindak tegas. PNS yang ikut ujian langsung dicoret dan tidak lulus sedangkan yang meminta bisa dikenakan sanksi pidana,” tegas Wabup Loekman, Kamis (12/7) lalu.

Loekman kembali mengingatkan kepada semua peserta dan petugas penguji tidak perlu bermain curang dan kotor. Bagi peserta ujian, diminta untuk mengikuti tes dengan baik dan mempersiapkan diri dengan bekal ilmu pengetahuan. Sehingga, saat mengikuti ujian tidak mengalami kesulitan untuk mengerjakan naskah soal.

”Kalau bermain kotor, bagaimana mutu Sumber Daya Manusia (SDM) kita mau baik. Saya berpesan agar peserta yang mengikuti ujian kenaikan golongan membekali dengan ilmu pengetahuan,” katanya.(jar)