Dewan Bandarlampung Dukung Penerapan Parkir Elektronik Untuk Tingkatkan PAD

0
466
views

translampung.com – DPRD Kota Bandar Lampung mendukung penerapan elektronik parkir yang akan di gunakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) setempat, hal ini sehingga bisa mengurangi potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Komisi II DPRD Bandar Lampung, Yusuf Erdiansyah Putra mendukung langkah Pemkot, sebab saat ini penerapan elektronik parkir pun terbukti ampuh di kota-kota besar lainnya. “Kita dukung penerapan parkir elektrik, karena memang terbukti ampuh untuk menerapkan pajak parkir dengan bersih dan jujur ,”ujar Yusuf, Kamis (28/4).

Yusuf menerangkan, saat ini PAD parkir Dishub di duga rawan kebocoran, dengan adanya sistem online, otomatis penerapannya terjadi dengan sistematis. “Saat ini semua serba online, harapannya dengan pajak parkir, PAD dishub akan tercapai,”ungkapnya.
Politisi partai Nasdem ini pun menghimbau, penerapan online bisa juga dilakukan di Satuan Kerja (Satker) lainnya, seperti Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bandar lampung dengan menerapkan pada pajak restoran dan rumah makan. “Dengan penerapan pajak restoran melalu sistem online pun, bisa mengurangi kebocoran, sehingga tidak ada lagi penyetoran pajak restoran yang tak wajar setiap bulannya,”tandasnya.

Walikota Bandar Lampung, Herman HN mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan menerapkan elektornik parkir disejumlah tempat yang ada di wilayah tersebut. “Dalam waktu dekat kita akan menerapkan elektronik parkir di sejumlah tempat yang ada di wilayah Bandar Lampung,”kata Herman HN.

Dirinya mengatakan, penerapan ini sebagai upaya untuk menekan kecocoran PAD yang selama ini kerap terjadi dari sektor tersebut.
Dengan begitu PAD yang masuk akan tercatat langsung, sehingga tidak ada lagi kebocoran dan pendapatan untuk “Kota Tapis Berseri” bertambah.
“Penerapan ini untuk menambah PAD, sehingga tidak ada lagi kebocoran,” katanya.

Pihak pemkot pun telah belajar ke Jakarta, untuk mengetahui sistem kerja elektronik parkir yang telah diterapkan oleh ibukota negara tersebut. Nantinya, elektronik parkir ini akan menggunakan kartu sehingga setiap pengendara yang ingin masuk ke area tersebut harus memilikinya. Biaya parkir pun, akan terpotong secara otomatis jika  pengendara menempelkan kartu ke alatnya, sistemnya seperti kartu kridit. “Jadwal penerapannya belum bisa dipastikan, sebab masih menunggu laporan dari instansi yang belajar ke daerah yang menerapkan elektronik parkir,” kata dia.

Lebih lanjut ia menyatakan, penerapan ini sudah masuk dalam perencanaan, penerapannya akan dilakukan dalam waktu dekat harga alatnya diperkirakan Rp300 ribu untuk biaya parkir belum bisa disebutkan. “Jika sudah diterapkan harapannya akan menambah PAD,” pungkasnya. (jefri)

LEAVE A REPLY