Warning: mysqli_real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:50559 Library:100131 in /var/www/vhosts/translampung.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1531 27 Personel Polres Tanggamus Laksanakan Ops Simpatik 2017 -
27 Personel Polres Tanggamus Laksanakan Ops Simpatik 2017

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Bertempat di Lapangan Pemkab, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tanggamus AKBP Ahmad Mamora memimpin Apel Pasukan Operasi Simpatik Krakatau 2017, kemarin (1/3) pagi. Dalam operasi lalulintas bersandi ‘simpatik’ yang berlangsung mulai tanggal 1 sampai 20 Maret itu, Polres Tanggamus mengerahkan 27 personel Satuan Lalulintas (Satlantas).

Dalam amanat Kepala Korps Lalulintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Polisi Drs. Royke Lumowa yang dibacakan Kapolres Tanggamus, disebutkan bahwa digelarnya Ops Simpatik 2017 bertujuan menekan angka pelanggaran dalam berlalulintas, kemacetan lalulintas, dan kecelakaan lalulintas. Sehingga dapat tercipta situasi kondusif dan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalulintas (kamseltibcarlantas).

Dalam mengatasi permasalahan lalulintas ini, tidak bisa dengan berdiam diri. Bahkan wajib ada tindakan dan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan pemerintahan yang bertanggungjawab dalam membina dan memelihara kamseltibcarlantas.

Seperti yang tertuang pada Undang Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Raya, adalah bagaimana untuk mewujudkan dan memelihara kamseltibcarlantas, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalulintas. Kemudian, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pelaksanaan Ops Simpatik 2017 ini ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran operasi, yaitu pengendara yang melanggar lalulintas dan menyebabkan terjadinya fatalitas kecelakaan. Antara lain, melawan arus lalulintas khususnya kendaraan roda dua, pelanggaran rambu-rambu lalulintas, dan pelanggaran batas kecepatan. Dengan dilakukannya penegakan hukum terhadap sasaran prioritas, maka pelaksanaan Ops Simpatik ini dapat mendorong tercapainya tujuan operasi.

Ops Simpatik diharapkan dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalulintas di jalan raya, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalulintas, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Semua itu dalam kerangka terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalulintas dan yang terakhir, terwujudnya situasi kamseltibcarlantas menjelang HUT ke-70 Bhayangkara.

“Anggota yang tergabung dalam Ops Simpatik Krakatau 2017 ini nantinya dibagi dua, karena Polres Tanggamus membawahi dua kabupaten, yakni Tanggamus dan Pringsewu. Dan dalam operasi tahun ini, kita lebih mengedepankan tindakan persuasif kepada pengguna jalan yang melanggar dalam bentuk teguran. Tindakan lainnya yakni 10 persen tindakan represif atau penegakan hukum, 10 persen preventif, dan 80 persen preemtif,” terang Ahmad Mamora.

Dia juga menerangkan, data pelanggaran lalulintas secara global, berupa tilang pada tahun 2015 sejumlah 5.439.052 kasus dan pada tahun 2016 diangka 6.272.375 kasus dengan kenaikan 15 persen. Teguran pada tahun 2015 sejumlah 2.526.162 pelanggaran, sementara pada tahun 2016 sejumlah 2.225.404, mengalami penurunan 11 persen.

Untuk jumlah lakalantas di tahun 2015 berada pada angka 98.970 kejadian dan tahun 2016 sebanyak 105.374 kejadian, mengalami kenaikan 6 persen. Untuk jumlah korban meninggal dunia tahun 2015 sejumlah 26.495 orang dan ditahun 2016 sejumlah 25.859 orang, jumlah tersebut mengalami penurunan 2 persen. Sedangkan untuk luka berat tahun 2015 sejumlah 26.840 orang, tahun 2016 ada 22.939 orang dan mengalami penurunan 14 persen.

“Luka ringan di tahun 2015 sejumlah 110.714 orang, sementara pada tahun 2016 ada 129.913 orang, mengalami kenaikan 17 persen. Terakhir untuk kerugian material tahun 2015 sejumlah Rp272.314.014.600 dan pada tahun 2016 sebesar Rp226.416.414.497. Angka kerugian material mengalami kenaikan 20 persen. Itu semua merupakan jumlah global seluruh Indonesia. Nah, diharapkan pada tahun ini, tentu mengalami penurunan dari semua pelanggaran lalulintas,” tandas kapolres. (ayp)

News Reporter