2019, RSUD Batin Mangunang Incar Akreditasi Paripurna

Foto:

Dirut RSUD Batin Mangunang Kotaagung , Yudhi Indarto.

 

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus, tahun 2019 menargetkan mengantongi akreditasi paripurna.

Direktur Utama RSUD Batin Mangunang dr. Yudhi Indarto mengatakan, cita-cita itu sebagai upaya lanjutan peningkatan akreditasi dasar yang sudah didapatkan tahun ini.

“Untuk rumah sakit akreditasinya hanya dua, yaitu tingkat dasar dan paripurna. Beda dengan puskesmas yang ada empat klasifikasi akreditasi,” jelas Yudhi, Selasa (10/7).

Meskipun tipe rumah sakit yang dikelolanya hanya tipe C, Yudhi menegaskan, namun target paripurna akan tetap jadi incaran. Sebab selain akan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit, hal itu pun mengangkat nama daerah. Tentu sebagai daerah yang berstatus kabupaten harus ada rumah sakit yang baik.

“Kami memang menargetkan lulus penilaian Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) yang jadwalnya disurvei akhir tahun ini. Jika lulus dari penilaian, maka masuk 2019 akreditasi sudah naik jadi paripurna,” terang Yudhi.

Ia mengaku memang tidak mudah agar lulus dalam penilaian SNARS tingkat paripurna. Namun belajar dari pengalaman penilaian akreditasi dasar lalu, maka target paripurna dicoba bisa diraih tahun depan. Sebab akreditasi rumah sakit merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh rumah sakit. Khususnya yang berstatus negeri.

“Untuk persiapan sudah dilakukan sejak sekarang, saya sekarang tegas kepada personal rumah sakit, baik tim medis atau non medis. Sebab ini demi kepentingan kita juga,” terang Yudhi.

Ia mengaku, persiapan besar adalah adanya ruang isolasi untuk pasien dengan penyakit yang berbahaya. Saat ini bangunan untuk bakal ruang isolasi memang sudah ada, namun belum tergarap.

“Untuk pembuatan ruangan seperti itu memang butuh dana besar, dan tetap kami buat, sebab saat penilaian nanti pasti ditanyakan,” jelas Yudhi.

Harus Punya Pelayanan Antimikroba dan Geriatri

Selain itu tersedianya pelayanan antimikroba dan pelayanan geriatri. Untuk antimikroba adalah pelayanan berbentuk penelitian apa penyebab pasien masih alami sakit meski selama ini sudah berobat berulang-ulang. Nanti ada pelayanan penelitian faktor apa penyebab pasien ini tidak sembuh-sembuh dari sakitnya.

“Masalah itu akan dipecahkan di laboratorium, maka pelayanan labolatorium dimaksimalkan. Harapannya ke depan setelah pelayanan ini ada pasien yang selama ini tidak sembuh-sembuh bisa disembuhkan,” ungkapnya.

Selanjutnya untuk pelayanan geriatri adalah pelayanan bagi lanjut usia. Gambaran teknis pelayanan memberikan trapi kepada lansia. Pelayanan ini seperti posyandu lansia tapi lebih ke penanganan medis. Sedangkan dokter-dokter spesialis, sudah tersedia. Itu pula yang mendasari supaya RSUD Batin Mangunang bisa mendapatkan akreditasi paripurna. (ayp) 

 

 

News Reporter