13 SMP Tanggamus Terapkan UNBK, Pola Jawaban Pilihan Ganda

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Dinas Pendidikan Tanggamus menyatakan pola jawaban pada Ujian Nasional SMP Tahun Ajaran 2017/2018, tetap pilihan ganda. Keputusan itu berdasarkan hasil rapat bersama dengan Kementerian Pendidikan Nasional tentang pembahasan UN tahun 2017/2018 di Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus Johansyah, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Indra Prisma mengatakan, pertemuan di kementerian hanya fokus membahas tentang sistem UN Berbasis Komputer (UNBK) dan UN Kerta Pendisl (UNKP).

”Perihal model jawaban esai atau semua pilihan ganda, tidak dibahas. Artinya, tetap menggunakan pola pilihan ganda,” ujar Indra Prisma, Senin (8/1).

Kepastian lembar jawaban tetap menggunakan pola multiple choices, kata dia, karena sistem pengoreksian jawaban diputuskan tetap menggunakan komputer pada disdik provinsi masing-masing, atau Disdik Lampung bagi Kabupaten Tanggamus.

“Kalau pengoreksiannya menggunakan komputer, tandanya tidak ada esai. Semua pilihan ganda,” terang Indra lagi.

Dalam hal ini, hasil pertemuan dengan Kemendiknas juga memutuskan tidak ada pola baru dalam pelaksanaan UN SMP tahun ini. Semua masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun ditekankan, agar SMP di Tanggamus yang menerapkan UNBK semakin banyak.

”Untuk Tanggamus, rencananya ada 13 SMP yang akan menerapkan UNBK tahun ini. Sedangkan di tingkat SD, tidak ada UN. Hanya ada Ujian Sekolah (US),” papar Indra.

Dia mengaku, dari 13 SMP itu, antara lain SMPN 1 Kotaagung, SMP Muhammadiyah Kotaagung, SMPN 1 Semaka, SMPN 1 Gisting, SMPN 1 Pulaupanggung, dan beberapa SMP lainnya. Untuk lingkup Tanggamus, Indra mengakui, memang belum bisa jika seluruh SMP menerapkan UNBK. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya perangkat komputer yang dimiliki sekolah dan terbatasnya jaringan internet.

“Dari 13 sekolah itu saja bukan seluruhnya punya komputer. Pihak sekolah menggunakan komputer milik SMA atau SMK. Seperti SMP Muhammadiyah Kotaagung yang pinjam-pakai komputer milik SMK Muhammadiyah Kotaagung,” ungkap Indra.

Lantas untuk menghadapi UN SMP, pihak sekolah sudah mulai mempersiapkan muridnya. Persiapan dari mulai dilaksanakannya jam tambahan untuk pelajaran yang akan diujikan, sampai pada pelatihan penggunaan UNBK. Sebab jangan sampai peserta UNBK tidak siap dan nanti berakibat pada nilai UN para murid sendiri. (ayp)

 

News Reporter