. . .

113 Desa di Lampung Belum Dialiri Listrik

image_print

Desa Terang Dukung Program Indonesia Terang

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG – Staf Ahli Pemerintah Provinsi bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Theresia Sormin mengatakan Lampung memiliki 2643 desa dan 205 kelurahan dan 113 desa diantaranya belum menikmati aliran listrik. Sebab, terbatasnya daya dan infrastruktur yang belum memadai menjadi kendala utama untuk memasok listrik ke desa.

“Khususnya jalan dan jembatan yang membuat mobilisasi material kontruksi dan operasional sulit diakses. Menyadari itu, Pemprov terus berkoordinasi dan bersinergi agar listrik dapat dinikmati seluruh masyarakat, yaitu melalui program Lampung terang 2019,” ujarnya.

Upayanya, lanjut dia, dengan mengundang investor baik BUMN, swasta, dan koperasi guna menjalankan usaha pembangkit listrik. Sebab, untuk menjadikan Bumi Ruwa Jurai teraliri listrik tidak hanya tanggung jawab pemprov, tetapi seluruh pemangku kepentingan.

“Lampung ini memiliki potensi besar sumber energi sebagai pembangkit listrik. Program Desa Terang diharapkan dapat meningkatkan kualitas masyarakat desa, baik ekonomi maupun pendidikannya,” tuturnya.

Salah satu pemilik rumah yang terinstal listrik tenaga surya, Tri Baskoro (32) mengatakan sebelumnya kediamannya sudah teraliri listrik, tetapi dengab menyambung dari rumah orangtuanya yang bertetanggaan, sehingga tidak memiliki meteran sendiri.

“Dengan dipasangkan solar sel itu, saya tidak menumpang lagi alirannya. Lumayan baik dayanya, karena bisa menyalakan semua lampu dan televisi. Tapi, kalau yang dayanya berat, sepertu masak nasi dan mesin air tidak bisa. Ini juga masih terus dikontrol sama petugasnya, karena masih uji coba,” tuturnya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI, Puspa Yoga mengatakan program desa terang menjadi bentuk dukungan perkoperasian terhadal progran pemerintah untuk mengaliri listrik hingga ke pelosok desa dalam program Presiden RI, Joko Widodo, yaitu Indonesia Terang 2019.

“Bahkan di Lampung pun turut mendukung program pusat itu dengan Lampung Terang 2019. Artinya, untuk mengaliri listrik sampai ke desa-desa itu ada banyak sinergi antara BUMN, swasta, pemerintah pusat, dan Pemda,” ujarnya.

Untuk mewujudkan Indonesia Terang itu, lanjutnya, Kementerian Koperasi dan UKM akan terus mendorong lembaga perkoperasian untuk terus menggalakkan desa terang gagasan Kopja Ganti itu.

“Contohnya yang sudah disampaikan Pemprov kalau di Lampung ada 113 desa yang belum terang. Disini Kopja Ganti bisa masuk berpartisipasi dan tidak hanya di Lampung saja, tetapi di seluruh Indonesia untuk mempercepat target dari program presiden,” urainya. (rls/red)