11 Balonkada Diajukan ke DPP PG

0
94
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Memasuki tahun Pemilihan kepala daerah (Pemilukada) , seperti di partai lain telah membuka penjaringan. Kendati demikian tidak dilakukan di Partai Golkar, dimana partai berlambang pohon beringin ini telah mengajukan nama-nama balonkada ke DPP PG.

“Kami sudah melakukan rapat pleno dan sudah memutuskan sebelas nama balongub dan lima nama balonwagub untuk dilakukan survey oleh DPP Partai Golkar. Sudah disampaikan secara resmi dan tertulis dalam Rapat Tim Pilkada DPP Partai Golkar dengan DPD Partai Golkar Provinsi se-Indonesia pada Senin (3/7) di Jakarta,” kata Sekertaris DPD I PG Lampung Supriyadi Hamzah, Minggu (9/7).

Dijelaskannya, dari sebelas nama balongub dimaksud adalah Arinal Djunaidi, Ridho Ficardo, Bachtiar Basri, Alzier Dianis Thabranie, Herman HN, Azis Syamsudin, Mustafa, Mukhlis Basri, Al Muzamil Yusuf, Andi Surya, dan Ananda Tohpati. Sementara Untuk balonwagub adalah Patimura, Frans Agung, Dedi Afrizal, Nurhasanah dan Tulus Purnomo.

Sementara itu , Wakil Ketua Korbid Kepartaian, I Made Bagiase, nama yang diperoleh sudah sesuai dengan JUKLAK/6/DPP/GOLKAR/VI/2016.

“Yang isinya bahwa salah satu syarat untuk diusung menjadi calon adalah melalui mekanisme survey yang dilakukan oleh lembaga survey yang ditunjuk oleh DPP Partai Golkar,” jelas Made Bagiase.

Dirinya juga menegaskan jika tidak ada yang salah dengan keputusan majunya Ketua DPD I PG Lampung, Arinal Djunaidi sebagai balongub. Sekaligus membantah adanya konflik yang belakangan berhembus terkait penolakan majunya Arinal dari kader di daerah.

Terpisah,  Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Lampung Alzier Dianis Thabranie. Menyikapi langkah kader PG tersebut di nilai seperti ibarat main proyek. Bahkan menurutnya keabsahan nama yang bakal diajukan ke DPP tersebut.

Sebab meski namanya juga masuk dalam daftar balongub dirinya merasa tidak pernah mendengar jika DPD I PG Lampung menggelar penjaringan, apalagi mendaftarkan diri dalam penjaringan dimaksud.

“ Yang buka penjaringan biasa menangani tender proyek sepertinya. Tidak ada proses, tau-tau sudah muncul bakal calon pemenang,” ucapnya.

Tak hanya soal nama balongub dan balonwagub, Alzier juga menegaskan jika pernyataan yang menyebut tidak ada konflik di tubuh Golkar Lampung adalah bohong. Sebab, kata dia, gejolak kini sudah terjadi sampai akar rumput. Alhasil, Dewan Petimbangan kini telah menyiapkan laporan tertulis mengenai rapor merah kinerja pengurus DPD I PG Lampung yang segera dikirimkan ke DPP.

“Karena dia (Arinal Djunaidi) tidak mampu memimpin partai ini (Golkar, red). Maka harus segera diambil alih oleh DPP. Saya (Dewan Pertimbangan Golkar Lampung) telah berbicara dan minta kepada pengurus DPP supaya bagaimanapun caranya tidak timbul perpecahan di Lampung,” tandasnya. (rri)